Langsung ke konten utama

Unggulan

Punya Anak

Well, meskipun aku (merasa) sudah siap untuk punya anak bahkan sejak sebelum menikah, agaknya gamang juga ketika sekarang sedang mengandung janin 9 minggu. Sampai beberapa hari yang lalu. Aku nangis sesegukan karena teringat sama salah satu jama'ah masjid yang sekarang hidup sendiri pasca suaminya meninggal dunia dan mereka tidak memiliki anak. Walau tetap Allah jua lah yang menakdirkan kita diamanahkan anak atau tidak, tapi perasaanku melihat para janda yang tinggal seorang diri ini jadi kalut. Pasti sepi. Sendiri. Butuh teman. Aku yang juga dulu pernah punya tetangga dekat yang sama persis kondisinya dengan si ibu. Jadi, tahu persis bagaimana keseharian mereka. Sejak saat itu, aku sadar bahwa punya anak itu karunia yang sangat besar dari Allah. Pantaslah memang anak ini disebut sebagai qurrata a'yun (penyejuk mata) bagi orang tuanya. Investasi akhirat. Setidaknya, ada yang bisa dihubungi kalau kita kesepian di masa tua nanti. Makin degdegan menuju HPL 27 Oktober

Ini Negeri Milik Siapa?

Hai, Readers!
Kali ini saya mau bahas tentang cinta tanah air atau istilahnya nasionalisme ya?
Kalau saya perhatikan, banyak remaja Indonesia sekarang malu mengakui negaranya sendiri. Betul, tidak? Mereka seolah menyesal telah lahir di negeri yang indah ini. Alasannya bermacam-macam. Ada karena katanya, "Negara ini sudah bobrok sistem pemerintahannya." Saya tanya, "Kenapa kamu tidak coba perbaiki saja?" Lalu jawabnya, "Sudah terlalu parah. Tidak bisa diperbaiki." Kalau sudah begitu, saya lebih baik diam. Karena quote John F. Kennedy sepertinya sudah tidak mempan lagi bagi mereka.

"Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!"
Maraknya K-Pop dan meriahnya westernisasi semakin menggerus semangat nasionalisme remaja masa kini. Mereka terlalu fokus melihat "rumput" tetangga yang "sepertinya" lebih hijau, lalu melupakan rumput sendiri. Padahal sejatinya, mungkin mereka belum mengenal negeri ini secara utuh. Terlalu fokus pada negara adidaya yang penduduknya jenius, ekonominya bagus, dan menguasai teknologi dunia. 

Sebenarnya negeri ini juga banyak kebaikannya. Alamnya yang terbentang luas dan indah, penduduknya ramah-ramah, kaya keanekaragaman, dan lain sebagainya. Kenapa kita tidak bersyukur saja telah dilahirkan di sini? Kenapa tidak kita lihat dulu sisi positif yang ada di sini?  Kenapa tidak kita saja yang mencoba membuat negeri ini menjadi lebih baik? Seberapa pejuangkah kita? Masa belum berbuat sudah bilang tidak bisa?
"Anak-anak kita mesti bangga sebagai anak Indonesia. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang berlimpah. Indonesia dengan sejarahnya yang luar biasa. Indonesia yang sudah berdagang dan mengekspor rempah-rempah serta hasil bumi dan pertambangan dengan menggunakan maskapai sendiri ketika bangsa-bangsa lain masih mencari nafkah dengan cara menjarah." -Anand Krishna 
Saya tidak melarang siapapun untuk pergi ke luar negeri, apalagi untuk belajar. Justru bagus bisa mengambil ilmu dari luar negeri, lalu kembali ke bumi pertiwi dan mengaplikasikan ilmunya yang bermanfaat. Saya hanya menyayangkan jika orang Indonesia lebih cinta negara lain daripada negaranya sendiri. Jika seluruh remaja Indonesia tidak ada lagi yang ingin tinggal di negeri ini, lalu siapa yang akan menjalankan roda pemerintahan selanjutnya? Siapa yang akan menjadi pembaharu negeri ini? Bukankah regenerasi selalu berlanjut? 

Saya terinspirasi dari film 5 CM.
Kita sudah hidup di sini, pakai tanahnya, minum airnya, lalu mana bakti kita padanya?

Just set on your mind. Saya akan buat negara ini bangga memiliki saya, seperti saya yang bangga akannya.

source : dlerist.blogspot.com

Salam Semangat, Readers :)
Have a nice weekend.




Komentar

  1. AKU MANUSIA INDONESIA!!

    -- tulisanmu bagus dan memberi motivasi semangat ke-Indonesia-anku.

    BalasHapus
  2. Bahrul Ulum A. Malik, terima kasih ya. Harus bangga jadi anak Indonesia! :D

    BalasHapus

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer