Langsung ke konten utama

Unggulan

Punya Anak

Well, meskipun aku (merasa) sudah siap untuk punya anak bahkan sejak sebelum menikah, agaknya gamang juga ketika sekarang sedang mengandung janin 9 minggu. Sampai beberapa hari yang lalu. Aku nangis sesegukan karena teringat sama salah satu jama'ah masjid yang sekarang hidup sendiri pasca suaminya meninggal dunia dan mereka tidak memiliki anak. Walau tetap Allah jua lah yang menakdirkan kita diamanahkan anak atau tidak, tapi perasaanku melihat para janda yang tinggal seorang diri ini jadi kalut. Pasti sepi. Sendiri. Butuh teman. Aku yang juga dulu pernah punya tetangga dekat yang sama persis kondisinya dengan si ibu. Jadi, tahu persis bagaimana keseharian mereka. Sejak saat itu, aku sadar bahwa punya anak itu karunia yang sangat besar dari Allah. Pantaslah memang anak ini disebut sebagai qurrata a'yun (penyejuk mata) bagi orang tuanya. Investasi akhirat. Setidaknya, ada yang bisa dihubungi kalau kita kesepian di masa tua nanti. Makin degdegan menuju HPL 27 Oktober

Holiday!

source image : zqima.blogspot.com

Saya baru bisa merasakan liburan yang indah setelah melewati malam kemarin. Menikmati udara malam bersama dua mojang berjilbab di atas kendaraan roda dua, bukan sepeda tentunya. Haha. 

Tempat yang kami tuju sebenarnya hanya satu. Dan kami ke sana hanya untuk memuaskan hasrat satu orang, yaitu saya. Kami mengintari kota Medan dipandu kerlap-kerlip lampunya yang membuat mata saya silau melihat kekasih saya, bintang. Haha.

Hati saya merekah ketika kami tiba di pelataran gedung di Jalan Gadjah Mada entah nomor berapa saya tidak berhasrat ingin mencari tahu karena seluruh jiwa raga saya sudah menggebu-gebu ingin memasuki gedung itu. Cukup tinggi saya lihat huruf G yang menempel di dinding sudut atas gedung itu. Ya, kami ke Gramedia. Haha.

Ini bukan kali pertama saya ke sebuah toko buku. Tapi entah mengapa saya selalu merasa sangat excited setiap kali berkunjung ke Gramedia. Mungkin teman-teman sekota saya bisa menjelaskan alasannya. Hmm, saya masih bisa mengontrol diri saat memasuki pintu besarnya. Hati saya berdebar-debar melihat berjuta buku di hadapan saya. Rasanya.. mereka seperti es krim yang lezat, dan saya sudah tidak sabar untuk melahap habis semuanya.. Nyam.. Nyam.. Haha.

Entah kenapa setelah melihat jendela-jendela dunia ini, saya melupakan dua mojang berjilbab yang menemani saya tadi. Saya tinggalkan saja mereka. Dan entah mengapa saya langsung berlari ke deretan buku Sastra dan langsung menarik sebuah buku, Be A Brilliant Writer. Huft. Saya baca-baca sedikit sampel buku yang sudah terbuka plastiknya. Wah.. Saya suka sekali penulisnya. Afifah Afra. Penulis yang saya kenal lewat majalah remaja islami yang dulu menjadi langganan kakak. Saya melayang sambil bergumam, 'saya ingin seperti dia'~ Haha


source image : afifahafra.net

Saya kemudian meletakkan buku tersebut dan lari ke deretan buku berlabel Matematika, Fisika, Kimia. Saya hendak mencari buku-buku yang berhubungan degnan SNMPTN. Dan hasilnya, NIHIL. Huft.

Dengan berat hati saya melangkah ke buku-buku yang menyambut kedatangan kami dari depan pintu besar tadi. Di tumpukan buku berlabel 'buku terlaris', saya tidak menemukan buku baru penulis favorit saya, Raditya Dika. Hey, what's going on here?! Grrr.. Saya malas menanyakannya pada pegawai toko buku tsb. Dan kemudian.. Hey! Ini buku yang hampir saya pesan secara online. Please Look After Mom. Dia ada di buku paling depan. Hebat. Haha.

Saya terus mengintari deretan buku-buku itu. Jika saja musik yang diputar di situ musik Bollywood, mungkin saya akan menari sambil mengelilingi rak-rak buku. Kadang hidup memang tidak seperti yang kita inginkan. Hmm..

And then..
I got it! Buku yang sudah lama saya cari. Kening. Sudah agak terlambat memang saya menemukan buku ini.

source image : abdulcholik.com

Saya baca isinya. Biasa saja. Saya lihat cover belakangnya. Ada komentar beberapa artis. Saya lihat ke samping saya. Ada ibu sedang memarahi anak laki-lakinya.

"Ya udah, ambil aja. Mumpung liburan nih. Entar keburu habis."

Si anak yang sepertinya pendiam itu terlihat sungkan menuruti kata ibunya.

"Cepetan. Ambil aja." Si Ibu tetap memaksa.

Dengan wajah ragu, anak laki-laki yang sepertinya sebaya dengan saya itu mengikuti paksaan ibunya. Ibu saya tidak pernah sampai sebegininya memaksa saya untuk membeli buku. Hmm...

Saya meninggalkan Kening dan kembali ke buku sastra. Saya melihat dua mojang berjilbab pengawal saya itu juga sedang asyik tenggelam dalam buku-buku di depan mereka. Dengan sedikit canggung saya mengambil buku Be A Brilliant Writer. Lalu, buku apa lagi ya? Hmm...

Hati saya menuntun saya untuk kembali ke rak Kening. Saya mengambilnya dengan pasti setelah melihat bacaan National Best Seller di sampul depannya. Saya berkeliling lagi. Terdapat satu rak yang menjejerkan buku-buku para hantu, seperti buku yang saya baca kemarin, Poconggg Juga Pocong. Ada lagi 3 Pocong Idiots, dan buku karangan @kuntisimilikiti. Saya juga tidak tahu Kuntisimilikiti itu siapa dan sejak kapan kuntilanak dan pocong bisa menerbitkan buku. Hmm...

Pacaran dalam Islam. Wah, saya tertarik sekali. Tapi budget yang ada sepertinya tidak boleh saya habiskan malam itu juga. Hmm...

Well... Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 lebih. Suara halus dengan nada mengusir dari speaker Gramedia membahana ke setiap lembar buku. Saya cepat-cepat ke kasir, dan.. saya bertemu dengan anak laki-laki yang dimarahi ibunya tadi. Wah, belanjaannya banyak. Setelah Mbak-Mbak kasir menyerahkan uang kembali pada saya dengan wajah penat, saya segera berlalu bersama dua mojang berjilbab. Cukup lelah setelah berkenalan dengan buku-buku bersampul cantik dan mulus. Huft.

Saya sendiri juga menjadi lelah setelah mengetik postingan ini dengan kata 'haha' di akhir enam paragraf, kata 'huft' di akhir dua paragraf, kan kata 'hmm' di paragraf sisanya. Sudah ya, saya lelah. Hoaaamph.





Peluk dan kecup hangat di malam Jum'at,

Komentar

  1. Keliatan liburannya di medan ke gramed... haha
    tapi itu yg berkesan yah.. #soktau

    BalasHapus
  2. @Fauzi: keliatan gimana maksudnya ya?
    ya, berkesan karena ada bukunya... u,u

    BalasHapus
  3. keliatan cuma kesana yang berkesan..
    beli aja bukunya yg banyak, percuma ada kk haha

    BalasHapus
  4. ga mau bergantung sama kakak dong... pake duit sendiri kan lebih enak. :p

    BalasHapus
  5. yap . gramedia surga anak siantar kayaknya :D disiantar gak ada yang begituan . adanya juga salemba kecekkecek :D

    nana ada homework ni buat ida :D chek ya,, :D
    http://catatannanachiboleg.blogspot.com/2012/01/homework.html

    BalasHapus

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer