Langsung ke konten utama

Unggulan

Punya Anak

Well, meskipun aku (merasa) sudah siap untuk punya anak bahkan sejak sebelum menikah, agaknya gamang juga ketika sekarang sedang mengandung janin 9 minggu. Sampai beberapa hari yang lalu. Aku nangis sesegukan karena teringat sama salah satu jama'ah masjid yang sekarang hidup sendiri pasca suaminya meninggal dunia dan mereka tidak memiliki anak. Walau tetap Allah jua lah yang menakdirkan kita diamanahkan anak atau tidak, tapi perasaanku melihat para janda yang tinggal seorang diri ini jadi kalut. Pasti sepi. Sendiri. Butuh teman. Aku yang juga dulu pernah punya tetangga dekat yang sama persis kondisinya dengan si ibu. Jadi, tahu persis bagaimana keseharian mereka. Sejak saat itu, aku sadar bahwa punya anak itu karunia yang sangat besar dari Allah. Pantaslah memang anak ini disebut sebagai qurrata a'yun (penyejuk mata) bagi orang tuanya. Investasi akhirat. Setidaknya, ada yang bisa dihubungi kalau kita kesepian di masa tua nanti. Makin degdegan menuju HPL 27 Oktober

Hari Ibu

Entah kenapa saya rajin sekali mengisi blog ini dengan sosok wanita yang satu ini. Mungkin karena saya terlalu menyayanginya, dan saya yakin dia lebih menyayangi saya.
Tadi pagi saya mengucapkan sesuatu yang jarang saya ucapkan pada tanggal 22 Desember.
"Mak, hari ini hari Ibu. Selamat hari Ibu, ya, Mak."

Saya tahu, dia tidak begitu tertarik dengan ocehan dan kata-kata. Dia lebih suka action.
Dia lalu berkata sambil bercanda, "Maunya tadi pagi Mamak yang disediain sarapan."

Aku hanya tersenyum.
Seperti postku sebelumnya tentang dia, saya jarang sekali atau bahkan tidak pernah mengucapkan "Aku sayang Mamak" secara langsung padanya. Entah kenapa kata-kata itu seolah membeku setelah sampai di ujung lidah.

Saya berpikir, mereka, yang ibunya telah damai dalam dekapan-Nya, pasti sangat merindukan sosok wanita yang telah meminjamkan rahimnya selama berbulan-bulan untuk kehidupan mereka.

Saya punya sebuah puisi untuk mereka.

Do'a untuk Bunda
Ya Rabb...
Lewat rahim bunda
Kau hembuskan nafas kehidupan dalam raga kami
Lalu Kau penggal nafasnya
Kau renggut dia dari sisi kami
Tapi kami tiada mencaci dan berkeluh kesah
Karena Kau dekap dia
Dengan hangatnya cinta
Cinta melebihi yang kami punya


Ya Allah...
Buatkan bunda istana
Dalam firdaus taman terindah
Beri bunda teman bercanda
Ayah, serta para wanita solehah
Rekatkan cinta kami dalam darahnya
Dekatkan hati kami dengan hati permatanya
Wariskan kami akhlakul karimahnya
Agar kami
Bisa menjadi insan hawa seperti ia
Yang rela taruhkan nyawa
Demi merentas jalan menuju surga


SELAMAT HARI IBU! :)




Komentar

Postingan Populer