Langsung ke konten utama

Unggulan

Punya Anak

Well, meskipun aku (merasa) sudah siap untuk punya anak bahkan sejak sebelum menikah, agaknya gamang juga ketika sekarang sedang mengandung janin 9 minggu. Sampai beberapa hari yang lalu. Aku nangis sesegukan karena teringat sama salah satu jama'ah masjid yang sekarang hidup sendiri pasca suaminya meninggal dunia dan mereka tidak memiliki anak. Walau tetap Allah jua lah yang menakdirkan kita diamanahkan anak atau tidak, tapi perasaanku melihat para janda yang tinggal seorang diri ini jadi kalut. Pasti sepi. Sendiri. Butuh teman. Aku yang juga dulu pernah punya tetangga dekat yang sama persis kondisinya dengan si ibu. Jadi, tahu persis bagaimana keseharian mereka. Sejak saat itu, aku sadar bahwa punya anak itu karunia yang sangat besar dari Allah. Pantaslah memang anak ini disebut sebagai qurrata a'yun (penyejuk mata) bagi orang tuanya. Investasi akhirat. Setidaknya, ada yang bisa dihubungi kalau kita kesepian di masa tua nanti. Makin degdegan menuju HPL 27 Oktober

Puisi Ultah: Hari Ini Kau Miliki

Assalamu'alaikum.

Hello, Reader. Apa kabar? Hmm, sebenernya bingung nih mau cerita apa. Ga ada topik. Oke, baiklah aku bagi puisi aja ya. Uda lama sih nyiptainnya. Puisi ini aku buat dan beri untuk seseorang yang sedang ulang tahun pada saat itu. Kita berdua rencananya mau tukeran puisi gitu, karena dia juga suka buat puisi. Jadi aku duluan yang ngasih. 

Puisi ini ga ada maksud apa-apa. Bahasanya juga biasa aja. Aku juga ga nge-fans sama yang ultah. Mungkin ada sedikit pujian, tapi itu tidak berarti apa-apa. Intinya, biar yang dikasih puisi seneng aja. Maksudnya sih mau buat seneng, tapi ternyata kayaknya dia ga suka. Setelah puisi ini aku sampein ke orangnya, dianya malah ga pernah mau ngomong lagi sama aku. Ga tau ya kenapa. Bahkan dia ga ngasih puisinya ke aku. Padahal kan janjinya mau tukeran ya. 

Buat kamu, mungkin memang banyak ya salahku samamu. Memang aku uda terlanjur pernah buat hatimu tersinggung. Aku mohon maaf ya. Aku cuma pengen menjalin tali silarurrahmi yang baik lagi sama kamu. Aku cuma ga pengen punya musuh.

Check this simple poem!

Beberapa hari ini
Jemariku menari di atas kertas
Kurangkai sebuah puisi kecil
Untuk orang besar 
Yang bersyair setiap malam bisu
Yang gugur hatinya dari ranting sepi

Wahai engkau calon abdi dunia
Entah telah berapa lama engkau meminjam nafas-Nya
Mengarungi setiap detik dalam penjagaan-Nya
Hari ini kau yang miliki

Usiamu bertambah sudah
Entah berapa tahun engkau sekarang akupun bertanya
Namun biarkan angin dan dedaunan yang menjawabnya

Wahai engkau yang indah
Seindah pantulan bulan di atas telaga
Di esok hari 
Jadilah engkau kupu-kupu
Yang bebas berpetualang kemanapun ia mau
Jadilah enkau hujan
Yang menjadi sahabat pohon dan bunga yang galau hatinya

Kupersembahkan puisi sederhana ini
Sebagai pemenuh janji yang terpatri

Selamat ulang tahun
Semoga cahaya cinta-Nya selalu mengiringi

Oke, segitu aja deh ya buat hari ini. 

Wassalamu'alaikum.

Komentar

  1. i really want to know
    whos tht lucky someone who can get this poetry
    overall
    the poetry was so simple but the meanin tht i can catch tht u really happy bcus of sum1 brthday

    BalasHapus
  2. u don't need to know the receiver of this poetry, put.. 'cause I think the receiver doesn't like simple poetry like mine.

    BalasHapus
  3. then u should make the 'wow' poetry and he will like it?

    BalasHapus
  4. I won't make anything for him anymore!
    the end.

    BalasHapus

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer